Posted on Oktober 19, 2009 by jasoet
Saya mendapatkan cara konfigurasi ini setelah melewati proses “Try n Error” yang cukup panjang. Berbekal beberapa posting di beberapa blog akhirnya saya menemukan konfigurasi yang tepat untuk Modem Haier CE 100. Saya menggunakan operator Smart untuk terkoneksi dengan internet.
Ketika pertama kali Modem Haier CE 100 di pasang di Laptop yang terdeteksi bukan modem melainkan USB Flash, Ini dikarenakan Haier CE 100 memang mempunyai fitur sebagai USB Flash. Hal yang harus kita lakukan pada dasarnya memastikan bahwa Linux Mint dapat mengenali modem sebagai USB Serial Modem. Nah beberapa langkah yang dapat kita lakukan antara lain :
- Memastikan kernel linux yang kita pakai memiliki modul usbserial. Kebetulan linux mint gloria atau ubuntu 9.04 menggunakan kernel versi 2.6.28.11-generic yang sayang sekali masih terdapat bug sehingga modul usbserial tidak dapat dikenali dan harus di patch. Untuk masalah ini dapat diselesaikan dengan mengupgrade kernel yang dipakai menjadi versi 2.6.28-13 generic. Kernel versi 2.6.28.13-generic tersedia di repository ubuntu.
- Setelah kernel di update kemudian pasang Modem dan tunggu sampai muncul drive baru seperti halnya kita memasang USB Flash.
- Jalankan pada command line perintah “sudo lsusb -v | more” pastikan modem Haier kita dikenali dengan munculnya text “Qualcomm, Incorporated” dan “USB MMC Storage” pada output text yang keluar. Ini berarti modem kita telah dikenali sebagai USB MMC Storage.
- Sekarang coba “eject” modem dengan mengklik kanan icon pada desktop. Ingat EJECT BUKAN UNMOUNT.
- Kemudian ulangi langkah ke 3. Apabila benar maka text yang muncul akan berubah menjadi “Qualcomm CDMA Technologies MSM” ini menandakan bahwa modem kita telah berubah fungsi menjadi USB Modem.
- Product Modem Haier memiliki ID 201e:2009, ini dapat dibuktikan pada output text yang keluar pada langkah sebelumnya.
- Pada dasarnya koneksi ke modem merupakan koneksi serial (cmiiw) sedangkan modem yang kita gunakan dikenali sebagai USB Device. Nah kali ini baru modul usbserial yang ada pada kernel berfungsi.
- Jalankan perintah “sudo modprobe usbserial vendor=0×201e product=0×2009″. 0×201e dan 0×2009 tidak lain adalah ID Modem Haier yang telah dikenali oleh linux. Langkah ini digunakan untuk menghubungkan USB Modem ke serial port.
- Untuk membuktikan apakah langkah ke 8 berhasil jalankan perintah “dmesg”, apabila muncul text “generic converter now attached to ttyUSB0″ berarti seluruh proses pengenalan modem oleh linux mint telah selesai.
Setelah modem dikenali oleh linux mint, langkah selanjutnya adalah menginstall program untuk mengkoneksikan modem dengan jaringan internet. Apabila menggunakan modem HSDPA seperti huawei e220, program dialer telah tersedia oleh linux mint tetapi untuk modem Haier CE 100 kita harus menggunakan program tambahan seperti wvdial.
Pada Linux Mint Gloria atau Ubuntu Jaunty (versi 9.04) program wvdial sudah tidak disertakan langsung pada cd instalasi sehingga kita harus menginstallnya lewat synaptic (cari paket bernama wvdial) atau secara command line dengan menjalankan perintah “sudo apt-get install wvdial”.
Setelah wvdial terinstall yang perlu dilakukan adalah menuliskan konfigurasi pada “/etc/wvdial.conf”. File konfigurasi dapat di edit menggunakan teks editor biasa seperti gedit atau yang lain. Atau untuk lebih mudah jalankan perintah “sudo gedit /etc/wvdial.conf”.
Tambahkan konfigurasi pada file “wvdial.conf” seperti dibawah ini.
[Dialer smart]
Auto DNS = on
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Stupid Mode = yes
Modem Type = Analog Modem
ISDN = 0
New PPPD = yes
Phone = #777
Modem = /dev/ttyUSB0
Username = ’smart’
Password = ’smart’
Baud = 460800
Dial Command = ATDT
FlowControl = CRTSCTS
Ask Password = 0
Stupid Mode = 1
Compuserve = 0
Idle Seconds = 300
Sekarang jalankan perintah “sudo wvdial smart” untuk memulai koneksi ke internet. SEMOGA BERHASIL

DIarsipkan di bawah: Linux, Ubuntu | Ditandai: Internet, Koneksi, Modem, Smart | 4 Komentar »
Posted on Oktober 18, 2009 by jasoet
Alhamdulilah akhirnya punya kesempatan untuk mengganti laptop Acer Aspire dengan laptop yang baru. Acer Aspire yang sudah hampir 4 tahun saya miliki sudah uzur dan sudah saatnya untuk pensiun. Dengan Pentium M 1.6 Ghz dan RAM DDR2 1 giga Acer Aspire milik saya sudah tidak sanggup untuk menjalankan NetBeans atau SpringSource Tool Suite (Eclipse) dengan baik.
Sebelum membeli Laptop pengganti sebenarnya saya sempat membeli sebuah PC dengan Prosesor Core Duo, RAM DDR2 2 Gb dan 2 buah monitor flat. Dengan PC tersebut saya masih sempat menyelesaikan sebuah proyek dan mencoba beberapa game baru seperti Call Of Duty 4 dan lain-lain. Akan tetapi PC tersebut mempunyai sebuah kelemahan fatal yang membuat saya harus membeli Laptop baru yaitu mobilitas, kita tahu sendiri kalau PC enggak bisa diajak “jalan-jalan”.

Setelah melirik beberapa merk laptop yang pas dikantong akhirnya pilihan saya jatuh ke Lenovo ThinkPad SL400. Desain ThinkPad SL400 lumayan jadul karena memang desain seri ThinkPad masih dipertahankan sejak IBM belum dibeli oleh Lenovo. Ehm.. bukan IBM nya sih yang dibeli Lenovo hanya divisi Laptop IBM yang di beli oleh Perusahan dari china ini. Laptop ThinkPad SL400 dilengkapi oleh Core 2 DUO T5670, RAM 4 Giga (setelah diupgrade), hardisk 160 gb dan beberapa fitur lain. Dengan spesifikasi tersebut, laptop baru saya ini sudah enak untuk diajak jalan-jalan dan koding dibanyak tempat berbeda.
Nah untuk urusan Sistem Operasi, pilihan jatuh ke Linux Mint. Distro turunan dari Ubuntu yang mempunyai tampilan sedikit lebih cantik dan beberapa fitur tambahan yang cukup memudahkan seperti “Open As Root” dan “Open in Terminal”. Versi Linux Mint yang saya gunakan adalah Linux Mint Gloria, turunan dari Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope. Pada versi ini hampir seluruh hardware pada ThinkPad ini dikenali dengan baik. Pemilihan Linux Mint sebagai Sistem Operasi yang saya pakai lebih dikarenakan pada ThinkPad SL400 ini tidak dibundle dengan Microsoft Windows selain itu karena saya lebih sering develop software menggunakan Java sehingga perbedaan OS tidak terlalu berpengaruh.
Sejauh ini pembelian ThinkPad SL400 dan pemilihan Sistem Operasi tidak ada masalah berarti kecuali cicilan tiap bulan yang harus dibayar dan Konfigurasi Modem Haier CE 100 yang saya gunakan. Sejak 1 bulan yang lalu saya mulai berlangganan internet dari Operator Smart dan menggunakan Modem Haier CE 100 yang sudah support jaringan EVDO rev-A. Sebelum berlangganan Smart saya berlanggangan IM2 kemudian Telkomsel Flash dengan menggunakan Modem HSDPA Huawei E220.

Pada Linux Mint Gloria atau Ubuntu versi 9.04 sudah tersedia fasilitas koneksi Mobile Broadband yang memudahkan koneksi internet menggunakan Modem HSDPA dengan catatan Modem telah dikenali dengan baik. Modem HSDPA Huawei E220 sudah dikenali dengan baik oleh Ubuntu sayangnya modem yang saya gunakan sekarang yaitu Haier CE 100 belum dikenali sebagia modem dan hanya dikenali sebagai USB Flash karena memang memiliki fasilitas tambahan sebagai USB Flash.
Alhamdulilah setelah Googling Semalam suntuk dan melakukan banyak “try n error” akhirnya Modem Haier CE 100 dapat dikenali oleh Linux Mint dan dapat terkoneksi dengan internet sama seperti ketika menggunakan Sistem Operasi Microsoft Windows.
Nah untuk kronologis konfigurasi Haier CE 100 di Linux Mint silahkan tunggu postingan berikutnya

.

DIarsipkan di bawah: Linux, Ubuntu | Ditandai: linux mint, ThinkPad, Ubuntu | 5 Komentar »
Posted on September 5, 2009 by jasoet
Setelah meluangkan waktu sekitar 3 jam akhirnya program Apotik sederhana versi Spring+Hibernate telah selesai. Silahkan donlot di tempat biasa.
Untuk librarinya sebagian besar sudah disediakan oleh NetBeans dan beberapa library lain bisa menggunakan library yang sama seperti program sebelumnya.
Selamat mencoba !!!!!
DIarsipkan di bawah: Java | Ditandai: Apotik, contoh, hibernate, spring, Swing | 1 Komentar »
Posted on Juli 25, 2009 by jasoet
Saya sudah upload Contoh Program Apotik yang dibuat pakai Java Swing. Pattern yang saya gunakan DAO JDBC trus sudah komplit dengan Reporting. Program ini sudah lama saya buat trus bingung mau diapakan. Oh iya ini bukan program Apotik yang siap dipakai di Apotik beneran cuma program untuk belajar.
Kalau mau cobain monggi di Checkout pakai Subversion ke alamat
https://jasoet.googlecode.com/NewApotikUntuk cara Checkout pakai NetBeans bisa dilihat
disini dibagian agak bawah. Atau kalau tidak mau Checkout pakai NetBeans/Subversion bisa donlot file *.zip berbentuk NetBeans project
disini.
Saya tidak sertakan library yang dibutuhkan karena cukup besar tapi saya sertakan juga daftar library yang perlu ditambahkan.
Selamat mencoba !!!!
DIarsipkan di bawah: Java, NetBeans | Ditandai: Apotik, Google Code, IReport, Java, Swing | 10 Komentar »
Posted on Juli 11, 2009 by jasoet

Sedikit info yang saya dapatkan dari milis JUG-Indonesia. Ada tutorial sederhana tentang Apache Derby alias JavaDB. Tutorial ini di tulis oleh PHI-Integration.com dan berbahasa INDONESIA. Silahkan
baca dan pelajari !!!
Oh iya. Apache Derby ini sekarang sudah bundle dengan instalasi Java SDK yang dari Sun. Apache derby dapat bersifat embedded atau client / server. Maksudnya embedded kita tidak perlu install server dan bisa langsung digabung dengan program yang kita buat, kalau yang terbiasa dengan vb ini sama seperti pakai database MS Access.Nah kalau yang client / server ya seperti database pada umumnya kita harus hidupkan server nanti program kita bertindak sebagai client sama seperti penggunaan MySQL, PostgreSQL dll.
Apache Derby cuma membutuhkan 2.5 MB, cukup kecil ya. Walaupun begitu fasilitas yang dimiliki sudah sekomplit MySQL fitur-fiturnya antara lain :
- SQL
- view
- stored procedure
- dll
Untuk informasi lebih lanjut ada disini dan kalau mau download ada disini.
DIarsipkan di bawah: Aplikasi, Java, database | Ditandai: database, Java, JavaDB, Teknologi | Leave a Comment »
Posted on Juli 10, 2009 by jasoet
Sekedar info ini ada
link untuk mendownload JDBC Driver untuk SQLServer. Versi yang di support mulai SQLServer 2000,2005 dan 2008. Jika membutuhkan silahkan download
disini.
Pada proses download ada sedikit perbedaan yaitu file yang pertama kali kita download bukan file drivernya langsung tapi file *.htm yang berisi lisensi aggrement nah baru di dalam file *.htm itu berisi link untuk download file drivernya. Ada 2 versi yang bisa kita download yaitu linux dan windows. Untuk sistem requirement silahkan baca sendiri ya, sudah aku pastekan di bawah ini.
System Requirements
- Supported Operating Systems: Linux; Unix; Windows Server 2003 Service Pack 2; Windows Server 2008; Windows Vista Service Pack 1; Windows XP Service Pack 3
- The list above is an example of some of the supported operating
systems. The JDBC driver is designed to work on any operating system
that supports the use of a Java Virtual Machine (JVM). However, only
Sun Solaris, SUSE Linux, and Windows XP or later operating systems have
been tested.
- Java Development Kit: 5.0 or later
- SQL Server 2008 or SQL Server 2005 or SQL Server 2000
DIarsipkan di bawah: Java, Windows | Ditandai: Driver, Java, JDBC, SqlServer | 2 Komentar »
Posted on Juli 9, 2009 by jasoet
Ada yang sudah nyobain Mozilla Firefox 3.5 di Ubuntu/Mint ?. Ada sedikit hal menarik ketika kita install Firefox 3.5 lewat repository ubuntu yaitu nama browser yang harusnya Firefox berganti dengan Shiretoko. Penasaran? silahkan install dulu.
sudo apt-get install firefox-3.5
Setelah di usut-usut dengan mondar-mandir beberapa situs dan masuk ke chat room ircnya linux mint ternyata. Shiretoko adalah kode name untuk beta rilis Firefox 3.5 dan dengan beberapa alasan ketika final rilis sudah keluar nama itu masih digunakan. Salah satu alasanya adalah karena ubuntu jaunty menggunakan browser default Firefox 3.0 dan itu sudah masuk ke branding Ubuntu jaunty. Nah biar kedua browser dapat di install bersama-sama maka salah satu harus punya nama/brand yang berbeda di ubuntu makanya nama Shiretoko masih digunakan. Firefox 3.5 nantinya akan jadi browser default dan jadi brand untuk ubuntu karmic yaitu versi 9.10.
Nah kalau begitu jangan trus kaget ya !. Untuk lebih jelas bisa lihat disini.
DIarsipkan di bawah: Aplikasi, Linux, Ubuntu | Ditandai: browser, Firefox, jaunty, Linux, Ubuntu | 5 Komentar »
Posted on Juli 9, 2009 by jasoet
Nih ada mainan baru (baru tau maksudnya) dari MySQL yaitu MySQL Workbench. Yang pada malas buat table dengan relasinya di consolenya mysql pakai ini saja. Pertama lihat aku kira MySQL Workbench ini bayar eh ternyata ada versi yang OpenSource, silahkan ke
TKP kalau mau coba.

Fitur yang sangat top menurutku adalah visual database designernya. Jadi kita udah gak perlu create table manual pakai konsole, ya memang kita bisa pakai PHPMyAdmin atau MySQL Query browser untuk buat table, tapi apabila table-table kita tersebut terelasi alias relasional ? ya sedikti banyak pasti agak repot. MySQL Workbench ini juga menyediakan fitur Forward enginer sehingga kita dapat mendesain table menggunakan visual desainer kemudian kita deploy di database sebenarnya atau bisa pakai fitur Reserve enginer yang berarti table-tabel yang sudah data di database dapat kita lihat strukturnya pada visual desainer.
MySQL Workbench ini tersedia untuk windows,linux dan mac os. Untuk windows dibutuhkan .n(y)et framework versi 2.0 yang kalau gak salah sudah bundle dengan windows vista dan apabila menggunakan linux tersedia beberapa paket instalasi antara lain .deb dan .rpm.
Aku yakin tool ini bisa sangat membantu untuk mendesain erd (entity relational diagram) yang biasanya di permasalahkan di laporan skripsi anak jurusan komputer.

Nah silahkan download dan coba, saya sendiri belum banyak explorasi mengenai tool ini, makanya mari download, explore dan share!!!
DIarsipkan di bawah: Aplikasi, MySQL, Ubuntu, Windows | Ditandai: Aplikasi, database, Linux, MySQL, mysql workbench, Ubuntu | 1 Komentar »
Posted on Juli 1, 2009 by jasoet
Ini contoh aplikasi super sederhana menggunakan Qt GUI framework. Contoh ini aku ambil dari buku “C++ GUI Designer with Qt 4, Second Edition”, buku ini bisa di beli dari amazon atau silahkan cek di salah satu link bagian “Tutorial” di blog ini.

Untuk memulai membuat aplikasi Qt terlebih dahulu kita harus menyiapkan Qt SDK sesuai dengan versi Sistem Operasi yang kita gunakan, lihat
posting sebelumnya agar lebih jelas. Selain itu kita juga perlu menginstall IDE yang sesuai, kali ini dan seterusnya saya akan gunakan NetBeans IDE C++ dan kebetulan NetBeans versi 6.7 sudah support C++ Project untuk Qt.
Seperti biasa sebelum memulai mengetik program kita harus membuat project terlebih dahulu, File->New Project kemudian pilih C++ -> C++ Qt Application, isikan nama project dan lokasinya apabila sudah klik finish. NetBeans akan membuatkan beberapa file termasuk file *.pro yang menjadi standar project untuk aplikasi Qt.
Secara default sebuah file *.cpp akan tersedia dengan nama main.cpp apabila belum berubah maka isinya akan seperti ini
#include
int main(int argc, char *argv[]) {
QApplication app(argc, argv);
return app.exec();
}
Kode diatas merupakan program paling sederhana dari aplikasi Qt dan tidak menampilkan apa-apa. Ada sedikit perbedaan dibagian #include apabila kita bandingkan dengan source yang ada pada buku “C++ GUI Designer” tetapi hal itu tidak menjadi masalah asalkan kita tahu konfigurasi folder-folder yang diikutkan sebagai include pada kompiler C++.
Rubah source code diatas menjadi
#include
#include
int main(int argc, char *argv[]) {
QApplication app(argc, argv);
QLabel *label = new QLabel(“Hello Qt!”);
label->show();
return app.exec();
}
Apabila terjadi error (tanda garis merah dibawah beberapa kode) kemungkinan besar adalah NetBeans belum mengenali beberapa Kelas terutama kelas QLabel. Apabila hal itu terjadi maka sedikit konfigurasi dibutuhkan untuk menangani error tersebut.Agar NetBeans mengenali folder yang berisi file-file header C++ milik Qt. Caranya pilih Tool -> Option, pilih icon C/C++ pada bagian atas kemudian pilih Tab “Code Assistance” dan tambahkan alamat direktori tempat file-file header milik Qt berada. Direktori tersebut berada pada [qtsdk_instalation]/include.

Sebenarnya NetBeans telah secara otomatis mencari direktori tempat instalasi Qt SDK berada, jadi pada umumnya konfigurasi diatas tidak diperlukan. Setelah tidak ada error yang muncul kita bisa langsung menjalankannya. Tekan F6 untuk menjalankan program.

Program diatas menampilkan sebuah label yang berisi text “Hello Qt”. Perhatikan kode diatas, cukup mudah bukan ? walaupun memang bahasa C++ lebih rumit dari pada Java tetapi konsep yang digunakan pada Qt Framework sudah Full OOP yang hampir sama dengan Java walaupun kita juga harus benar-benar paham konsep yang digunakan pada bahasa C++.
Dokumentasi kelas-kelas pada Qt Framework bisa kita lihat dengan menjalankan program Qt Assistance. File executable untuk Qt Assistance berada di folder bin tepatnya [qtsdk_instalation]/bin/assistant.

DIarsipkan di bawah: C++, Qt | Ditandai: C++, Hello Qt, NetBeans, Qt | 4 Komentar »
Posted on Juni 30, 2009 by jasoet
Ketika menggunakan Subversion saya pernah mengalami kesulitan membersihkan kode program. Kode program hasil checkout dari Subversion akan memiliki direktori khusus yaitu direktori .svn untuk identifikasi dan informasi tentang perubahan yang terjadi pada kode program yang nantinya akan dilaporkan ke server Subversion ketika Commit. Direktori tersebut ada pada setiap folder yang kita gunakan nah kalau dalam program kita terdiri dari beberapa puluh paket yang berarti beberapa puluh folder maka membersihkan direktori .svn ya jadi agak mumet.
Kalau di windows vista agak sedikit mudah dibagian kanan atas sudah tersedia search, tinggal kita tulis .svn maka seluruh file dan direktori yang mempunyai nama .svn yang ada di current folder dan sub foldernya akan muncul. Kalau sudah begitu ya tinggal di delete beres. Nah kalau di linux gimana ?? Di linux lebih mudah dan lebih akurat (menurut saya lho) soalnya sudah support regular expression.
Salah satu fungsi yang mantab di linux untuk search adalah fungsi find (trik ini saya dapatkan dari
mas ifnu). Ini contoh sederhananya :
jasoet@jasoet-pc ~ $ find -type d -name “.svn” -print
Fungsi find diatas akan mencari data berupa direktori yang mempunyai nama .svn serta akan menampilkannya di layar. Lho kok tau ?? option -type itu berarti tipe yang akan kita cari yaitu d yang berarti direktori kemudian option -name berarti nama direktori yang akan kita cari adalah .svn. Sedangkan -print itu berarti kita bertujuan untuk melihat daftar file yang ditemukan.
Selain d tipe data yang bisa kita cari bisa bermacam-macam untuk lebih jelas lihat potongan manual dari find dibawah ini.
-type c
File is of type c:
b block (buffered) special
c character (unbuffered) special
d directory
p named pipe (FIFO)
f regular file
l link
s socket
Sedangkan untuk nama kita bisa menggunakan string biasa atau regular expression alias regex. Untuk lebih tau regex, klik disini.
Setelah kita mendapatkan daftar file-file incaran maka waktunya menghapus file-file tersebut. Caranya dengan menambahkan | xargs rm -rvf. Contohnya
jasoet@jasoet-pc ~$ find -type f -name “*~” -print | xargs rm -rvf
Nah untuk lebih jelas tentang fungsi find di linux, silahkan baca manualnya
jasoet@jasoet-pc ~$ man find
DIarsipkan di bawah: Linux, Ubuntu | Ditandai: console, delete, Find, Linux, Tips | Leave a Comment »