My New ThinkPad SL400 and Linux Mint Gloria

Alhamdulilah akhirnya punya kesempatan untuk mengganti laptop Acer Aspire dengan laptop yang baru. Acer Aspire yang sudah hampir 4 tahun saya miliki sudah uzur dan sudah saatnya untuk pensiun. Dengan Pentium M 1.6 Ghz dan RAM DDR2 1 giga Acer Aspire milik saya sudah tidak sanggup untuk menjalankan NetBeans atau SpringSource Tool Suite (Eclipse) dengan baik.
Sebelum membeli Laptop pengganti sebenarnya saya sempat membeli sebuah PC dengan Prosesor Core Duo, RAM DDR2 2 Gb dan 2 buah monitor flat. Dengan PC tersebut saya masih sempat menyelesaikan sebuah proyek dan mencoba beberapa game baru seperti Call Of Duty 4 dan lain-lain. Akan tetapi PC tersebut mempunyai sebuah kelemahan fatal yang membuat saya harus membeli Laptop baru yaitu mobilitas, kita tahu sendiri kalau PC enggak bisa diajak “jalan-jalan”.

Setelah melirik beberapa merk laptop yang pas dikantong akhirnya pilihan saya jatuh ke Lenovo ThinkPad SL400. Desain ThinkPad SL400 lumayan jadul karena memang desain seri ThinkPad masih dipertahankan sejak IBM belum dibeli oleh Lenovo. Ehm.. bukan IBM nya sih yang dibeli Lenovo hanya divisi Laptop IBM yang di beli oleh Perusahan dari china ini. Laptop ThinkPad SL400 dilengkapi oleh Core 2 DUO T5670, RAM 4 Giga (setelah diupgrade), hardisk 160 gb dan beberapa fitur lain. Dengan spesifikasi tersebut, laptop baru saya ini sudah enak untuk diajak jalan-jalan dan koding dibanyak tempat berbeda.
Nah untuk urusan Sistem Operasi, pilihan jatuh ke Linux Mint. Distro turunan dari Ubuntu yang mempunyai tampilan sedikit lebih cantik  dan beberapa fitur tambahan yang cukup memudahkan seperti “Open As Root” dan “Open in Terminal”. Versi Linux Mint yang saya gunakan adalah Linux Mint Gloria, turunan dari Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope. Pada versi ini hampir seluruh hardware pada ThinkPad ini dikenali dengan baik.  Pemilihan Linux Mint sebagai Sistem Operasi yang saya pakai lebih dikarenakan pada ThinkPad SL400 ini tidak dibundle dengan Microsoft Windows selain itu karena saya lebih sering develop software menggunakan Java sehingga perbedaan OS tidak terlalu berpengaruh.
Sejauh ini pembelian ThinkPad SL400 dan pemilihan Sistem Operasi tidak ada masalah berarti kecuali cicilan tiap bulan yang harus dibayar dan Konfigurasi Modem Haier CE 100 yang saya gunakan. Sejak 1 bulan yang lalu saya mulai berlangganan internet dari Operator Smart dan menggunakan Modem Haier CE 100 yang sudah support jaringan EVDO rev-A. Sebelum berlangganan Smart saya berlanggangan IM2 kemudian Telkomsel Flash dengan menggunakan Modem HSDPA Huawei E220.

Pada Linux Mint Gloria atau Ubuntu versi 9.04 sudah tersedia fasilitas koneksi Mobile Broadband yang memudahkan koneksi internet menggunakan Modem HSDPA dengan catatan Modem telah dikenali dengan baik. Modem HSDPA Huawei E220 sudah dikenali dengan baik oleh Ubuntu sayangnya modem yang saya gunakan sekarang yaitu Haier CE 100 belum dikenali sebagia modem dan hanya dikenali sebagai USB Flash karena memang memiliki fasilitas tambahan sebagai USB Flash.
Alhamdulilah setelah Googling Semalam suntuk dan melakukan banyak “try n error” akhirnya Modem Haier CE 100 dapat dikenali  oleh Linux Mint dan dapat terkoneksi dengan internet sama seperti ketika menggunakan Sistem Operasi Microsoft Windows.
Nah untuk kronologis konfigurasi Haier CE 100 di Linux Mint silahkan tunggu postingan berikutnya😀.
  1. smart choice pak. ThinkPad emang top. dan Linux sangat bersahabat dgn laptop ini. sy pny 2 (T23 + R60e) ya walaupun jadul tp msh mumpuni, apalagi T23 ini dl pernah jatuh dr meja, gpp tuh malahan masih aja nyala, gak mati saat jatuh, casingnya [T]itanium sih.
    The history of ThinkPad

  2. smart choice pak. ThinkPad emang top. dan Linux sangat bersahabat dgn laptop ini. sy pny 2 (T23 + R60e) ya walaupun jadul tp msh mumpuni, apalagi T23 ini dl pernah jatuh dr meja, gpp tuh malahan masih aja nyala, gak mati saat jatuh, casingnya [T]itanium sih.
    The history of ThinkPad

  3. Iya nih. saya memang cari yang agak jadul tapi performa oke.
    Soalnya laptop ini memang mau dijadikan alat untuk cari duit😀. Yang penting awet dan bisa menjalankan netbeans dan eclipse secara bersamaan dengan baik.
    Apalagi ketika saya beli harganya sudah sangat miring padahal spesifikasinya oke banget

  4. saya juga penyuka thinkpad pak, mudah2an dapat segera bergabung😀

    • akbar
    • November 9th, 2009

    saya baru beli lenovo sl400 terus saya install ubuntu 8.10 tapi tombol sound yang ada dikiri atas untuk membesarkan dan mengecilkan suara tidak berfungsi dan tombol yang lain. tolong dong kirim jawaban ke E-mail saya (akb4r_m@yahoo.co.id)

    • Abu Yahya
    • Desember 30th, 2009

    Mau nanya nih Pak, bedanya thinkpad seri T/R atau SL apa ya? Thanks

  5. saya juga lagi naksir sama sl400 nih. waktu itu pernah lihat barangnya di bec bandung, harga sampai 5,8juta! tapi apa daya saat itu saya masih belum bisa membelinya. mudah-mudahan dalam waktu dekat.

    bravo thinkpad!🙂

  6. Hoho. Saya juga pengguna Thinkpad sejak setahun lalu, tepatnya seri R61i. Beli barang bekas sih, tapi tetap garang.

    Saya pakai Ubuntu 9.04, dan akan segera ganti ke 10.04 nantinya (mengingat LTS).

    Salam kenal, mas.

    ps: ada ga yah, user group Thinkpad?🙂

  7. Wah sama persis: Thinkpad SL 400, modem E220 dan CE100. Hanya waktu saya install CE100 di windows malah error. Tapi di Linux sih oke-oke aja…

  8. Wah selamat mas deny..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: