Archive for the ‘ Linux ’ Category

Konfigurasi Modem Haier CE 100 (Smart) pada Linux Mint Gloria (Ubuntu Jaunty)

Saya mendapatkan cara konfigurasi ini setelah melewati proses “Try n Error” yang cukup panjang. Berbekal beberapa posting di beberapa blog akhirnya saya menemukan konfigurasi yang tepat untuk Modem Haier CE 100. Saya menggunakan operator Smart untuk terkoneksi dengan internet.
Ketika pertama kali Modem Haier CE 100 di pasang di Laptop yang terdeteksi bukan modem melainkan USB Flash, Ini dikarenakan Haier CE 100 memang mempunyai fitur sebagai USB Flash. Hal yang harus kita lakukan pada dasarnya memastikan bahwa Linux Mint dapat mengenali modem sebagai USB Serial Modem. Nah beberapa langkah yang dapat kita lakukan antara lain :

  1. Memastikan kernel linux yang kita pakai memiliki modul usbserial. Kebetulan linux mint gloria atau ubuntu 9.04 menggunakan kernel versi 2.6.28.11-generic yang sayang sekali masih terdapat bug sehingga modul usbserial tidak dapat dikenali dan harus di patch. Untuk masalah ini dapat diselesaikan dengan mengupgrade kernel yang dipakai menjadi versi 2.6.28-13 generic. Kernel versi 2.6.28.13-generic tersedia di repository ubuntu.
  2. Setelah kernel di update kemudian pasang Modem dan tunggu sampai muncul drive baru seperti halnya kita memasang USB Flash.
  3. Jalankan pada command line perintah “sudo lsusb -v | more” pastikan modem Haier kita dikenali dengan munculnya text “Qualcomm, Incorporated” dan “USB MMC Storage” pada output text yang keluar. Ini berarti modem kita telah dikenali sebagai USB MMC Storage.
  4. Sekarang coba “eject” modem dengan mengklik kanan icon pada desktop. Ingat EJECT BUKAN UNMOUNT.
  5. Kemudian ulangi langkah ke 3. Apabila benar maka text yang muncul akan berubah menjadi “Qualcomm CDMA Technologies MSM” ini menandakan bahwa modem kita telah berubah fungsi menjadi USB Modem.
  6. Product Modem Haier memiliki ID 201e:2009, ini dapat dibuktikan pada output text yang keluar pada langkah sebelumnya.
  7. Pada dasarnya koneksi ke modem merupakan koneksi serial (cmiiw) sedangkan modem yang kita gunakan dikenali sebagai USB Device. Nah kali ini baru modul usbserial yang ada pada kernel berfungsi.
  8. Jalankan perintah “sudo modprobe usbserial vendor=0x201e product=0x2009”. 0x201e dan 0x2009 tidak lain adalah ID Modem Haier yang telah dikenali oleh linux. Langkah ini digunakan untuk menghubungkan USB Modem ke serial port.
  9. Untuk membuktikan apakah langkah ke 8 berhasil jalankan perintah “dmesg”, apabila muncul text “generic converter now attached to ttyUSB0” berarti seluruh proses pengenalan modem oleh linux mint telah selesai.

Setelah modem  dikenali oleh linux mint, langkah selanjutnya adalah menginstall program untuk mengkoneksikan modem dengan jaringan internet. Apabila menggunakan modem HSDPA seperti huawei e220, program dialer telah tersedia oleh linux mint tetapi untuk modem Haier CE 100 kita harus menggunakan program tambahan seperti wvdial.
Pada Linux Mint Gloria atau Ubuntu Jaunty (versi 9.04) program wvdial sudah tidak disertakan langsung pada cd instalasi sehingga kita harus menginstallnya lewat synaptic (cari paket bernama wvdial) atau secara command line dengan menjalankan perintah “sudo apt-get install wvdial”.
Setelah wvdial terinstall yang perlu dilakukan adalah menuliskan konfigurasi pada “/etc/wvdial.conf”. File konfigurasi dapat di edit menggunakan teks editor biasa seperti gedit atau yang lain. Atau untuk lebih mudah jalankan perintah “sudo gedit /etc/wvdial.conf”.
Tambahkan konfigurasi pada file “wvdial.conf” seperti dibawah ini.

[Dialer smart]
Auto DNS = on
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Stupid Mode = yes
Modem Type = Analog Modem
ISDN = 0
New PPPD = yes
Phone = #777
Modem = /dev/ttyUSB0
Username = ‘smart’
Password = ‘smart’
Baud = 460800
Dial Command = ATDT
FlowControl = CRTSCTS
Ask Password = 0
Stupid Mode = 1
Compuserve = 0
Idle Seconds = 300

Sekarang jalankan perintah “sudo wvdial smart” untuk memulai koneksi ke internet. SEMOGA BERHASIL

Iklan

My New ThinkPad SL400 and Linux Mint Gloria

Alhamdulilah akhirnya punya kesempatan untuk mengganti laptop Acer Aspire dengan laptop yang baru. Acer Aspire yang sudah hampir 4 tahun saya miliki sudah uzur dan sudah saatnya untuk pensiun. Dengan Pentium M 1.6 Ghz dan RAM DDR2 1 giga Acer Aspire milik saya sudah tidak sanggup untuk menjalankan NetBeans atau SpringSource Tool Suite (Eclipse) dengan baik.
Sebelum membeli Laptop pengganti sebenarnya saya sempat membeli sebuah PC dengan Prosesor Core Duo, RAM DDR2 2 Gb dan 2 buah monitor flat. Dengan PC tersebut saya masih sempat menyelesaikan sebuah proyek dan mencoba beberapa game baru seperti Call Of Duty 4 dan lain-lain. Akan tetapi PC tersebut mempunyai sebuah kelemahan fatal yang membuat saya harus membeli Laptop baru yaitu mobilitas, kita tahu sendiri kalau PC enggak bisa diajak “jalan-jalan”.

Setelah melirik beberapa merk laptop yang pas dikantong akhirnya pilihan saya jatuh ke Lenovo ThinkPad SL400. Desain ThinkPad SL400 lumayan jadul karena memang desain seri ThinkPad masih dipertahankan sejak IBM belum dibeli oleh Lenovo. Ehm.. bukan IBM nya sih yang dibeli Lenovo hanya divisi Laptop IBM yang di beli oleh Perusahan dari china ini. Laptop ThinkPad SL400 dilengkapi oleh Core 2 DUO T5670, RAM 4 Giga (setelah diupgrade), hardisk 160 gb dan beberapa fitur lain. Dengan spesifikasi tersebut, laptop baru saya ini sudah enak untuk diajak jalan-jalan dan koding dibanyak tempat berbeda.
Nah untuk urusan Sistem Operasi, pilihan jatuh ke Linux Mint. Distro turunan dari Ubuntu yang mempunyai tampilan sedikit lebih cantik  dan beberapa fitur tambahan yang cukup memudahkan seperti “Open As Root” dan “Open in Terminal”. Versi Linux Mint yang saya gunakan adalah Linux Mint Gloria, turunan dari Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope. Pada versi ini hampir seluruh hardware pada ThinkPad ini dikenali dengan baik.  Pemilihan Linux Mint sebagai Sistem Operasi yang saya pakai lebih dikarenakan pada ThinkPad SL400 ini tidak dibundle dengan Microsoft Windows selain itu karena saya lebih sering develop software menggunakan Java sehingga perbedaan OS tidak terlalu berpengaruh.
Sejauh ini pembelian ThinkPad SL400 dan pemilihan Sistem Operasi tidak ada masalah berarti kecuali cicilan tiap bulan yang harus dibayar dan Konfigurasi Modem Haier CE 100 yang saya gunakan. Sejak 1 bulan yang lalu saya mulai berlangganan internet dari Operator Smart dan menggunakan Modem Haier CE 100 yang sudah support jaringan EVDO rev-A. Sebelum berlangganan Smart saya berlanggangan IM2 kemudian Telkomsel Flash dengan menggunakan Modem HSDPA Huawei E220.

Pada Linux Mint Gloria atau Ubuntu versi 9.04 sudah tersedia fasilitas koneksi Mobile Broadband yang memudahkan koneksi internet menggunakan Modem HSDPA dengan catatan Modem telah dikenali dengan baik. Modem HSDPA Huawei E220 sudah dikenali dengan baik oleh Ubuntu sayangnya modem yang saya gunakan sekarang yaitu Haier CE 100 belum dikenali sebagia modem dan hanya dikenali sebagai USB Flash karena memang memiliki fasilitas tambahan sebagai USB Flash.
Alhamdulilah setelah Googling Semalam suntuk dan melakukan banyak “try n error” akhirnya Modem Haier CE 100 dapat dikenali  oleh Linux Mint dan dapat terkoneksi dengan internet sama seperti ketika menggunakan Sistem Operasi Microsoft Windows.
Nah untuk kronologis konfigurasi Haier CE 100 di Linux Mint silahkan tunggu postingan berikutnya :D.

Shiretoko, Firefox 3.5 di Ubuntu

Ada yang sudah nyobain Mozilla Firefox 3.5 di Ubuntu/Mint ?. Ada sedikit hal menarik ketika kita install Firefox 3.5 lewat repository ubuntu yaitu nama browser yang harusnya Firefox berganti dengan Shiretoko. Penasaran? silahkan install dulu.
sudo apt-get install firefox-3.5
Setelah di usut-usut dengan mondar-mandir beberapa situs dan masuk ke chat room ircnya linux mint ternyata. Shiretoko adalah kode name untuk beta rilis Firefox 3.5 dan dengan beberapa alasan ketika final rilis sudah keluar nama itu masih digunakan. Salah satu alasanya adalah karena ubuntu jaunty menggunakan browser default Firefox 3.0 dan itu sudah masuk ke branding Ubuntu jaunty. Nah biar kedua browser dapat di install bersama-sama maka salah satu harus punya nama/brand yang berbeda di ubuntu makanya nama Shiretoko masih digunakan. Firefox 3.5 nantinya akan jadi browser default dan jadi brand untuk ubuntu karmic yaitu versi 9.10.
Nah kalau begitu jangan trus kaget ya !. Untuk lebih jelas bisa lihat disini.

Bersih-bersih file dengan fungsi find di linux

Ketika menggunakan Subversion saya pernah mengalami kesulitan membersihkan kode program. Kode program hasil checkout dari Subversion akan memiliki direktori khusus yaitu direktori .svn untuk identifikasi dan informasi tentang perubahan yang terjadi pada kode program yang nantinya akan dilaporkan ke server Subversion ketika Commit. Direktori tersebut ada pada setiap folder yang kita gunakan nah kalau dalam program kita terdiri dari beberapa puluh paket yang berarti beberapa puluh folder maka membersihkan direktori .svn ya jadi agak mumet.
Kalau di windows vista agak sedikit mudah dibagian kanan atas sudah tersedia search, tinggal kita tulis .svn maka seluruh file dan  direktori yang mempunyai nama .svn yang ada di current folder dan sub foldernya akan muncul. Kalau sudah begitu ya tinggal di delete beres. Nah kalau di linux gimana ?? Di linux lebih mudah dan lebih akurat (menurut saya lho) soalnya sudah support regular expression.
Salah satu fungsi yang mantab di linux untuk search adalah fungsi find (trik ini saya dapatkan dari mas ifnu). Ini contoh sederhananya :

jasoet@jasoet-pc ~ $ find -type d -name “.svn” -print

Fungsi find diatas akan mencari data berupa direktori yang mempunyai nama .svn serta akan menampilkannya di layar. Lho kok tau ?? option –type itu berarti tipe yang akan kita cari yaitu d yang berarti direktori kemudian option -name berarti  nama direktori yang akan kita cari adalah .svn. Sedangkan -print itu berarti kita bertujuan untuk melihat daftar file yang ditemukan.
Selain d tipe data yang bisa kita cari bisa bermacam-macam untuk lebih jelas lihat potongan manual dari find dibawah ini.
-type c
              File is of type c:
              b      block (buffered) special
              c      character (unbuffered) special
              d      directory
              p      named pipe (FIFO)
              f      regular file
              l      link
              s      socket

Sedangkan untuk nama kita bisa menggunakan string biasa atau regular expression alias regex. Untuk lebih tau regex, klik disini.
Setelah kita mendapatkan daftar file-file incaran maka waktunya menghapus file-file tersebut. Caranya dengan menambahkan | xargs rm -rvf. Contohnya

jasoet@jasoet-pc ~$ find -type f -name “*~” -print | xargs rm -rvf

Nah untuk lebih jelas tentang fungsi find di linux, silahkan baca manualnya

jasoet@jasoet-pc ~$ man find

Pidgin tidak konek ke Yahoo

Nah ini masalah yang beberapa hari lalu aku hadapi. Berhubung sekarang sudah berpindah dari windows ke Linux Mint maka sebagai pengganti Yahoo Messenger aku gunakan Pidgin. Pada awalnya Pidgin dapat berjalan mulus untuk konek ke Yahoo Messenger tapi tiba-tiba pidgin benar-benar tidak bisa konek ke YM padahal untuk konek ke gtalk dan protokol messenger lain bisa. Sempet kerepotan juga karena harus menggunakan meebo untuk chatting.

Akhirnya ketika sedang chating pakai meebo muncullah seorang teman saya yaitu echo sunedi. Ternyata Yahoo mengganti alamat servernya entah karena maintenance atau memang ganti seterusnya (penjelasan echo susah dimengerti soalnya, maklum lah…) sehingga harus ada konfigurasi khusus di pidgin agar tetap bisa konek.

Secara default server yahoo messenger di pidgin adalah scs.msg.yahoo.com diganti dengan cn.scs.msg.yahoo.com. Kita dapat mengganti alamat servernya lewat form modify account pada saat membuat/mengedit account yahoo messenger di pidgin. Hanya nama servernya saja yang perlu diganti sedangkan konfigurasi yang lain dibiarkan apa adanya. Oh iya terima kasih buat mas echo sunedi atas infromasinya.